dapur ..
berhadapan dengan kompor, penggorengan, panci, minyak goreng, lombok, bawang merah, bawang putih, tatakan, berpegang pisau yang selalu aku asah setiap kali aku akan mengiris, menyayat, menguliti, menyulut api, memanasi minyak, merebus air, menanak nasi,,
adalah saat saat dimana aku merasakan kemerdekaan, aku tidak akan menerima kritikan, usulan, bantuan, ataupun hal hal lainnya. karena aku akan merasa bahwa itu adalah sebuah ancaman bagi kebebasanku, gangguan bagi keleluasaanku untuk bertindak apapun terhadap segala sesuatu yang sedang aku hadapi dengan sebilah pisau dapur ditanganku.
dapur,, meramu sesuatu
begitulah perasaan merdeka bagiku
dan menyajikannya hangat kerjakerasku kepadamu adalah perasaan berkuasa,
sebuah kekuasaan memberikan makan untuk perutmu yang lapar, untuk otakmu yang dahaga
merasai kebanggaan dalam matamu yang berbinar, kulitmu yang berkeringat, lenguh sendawak tenggorokmu
bagiku,,
kemerdekaan ada dalam dapurmu
kekuasaan ada dalam makanan yang kau sajikan pada mereka
kebanggaan ada dalam mata yang berbinar dan lenguh sendawak punya mereka