aku menulis kata
aku menghapus jejak
aku berkalang kabut, berdurasi 1000 tahun tak beranjak
bebal desak kepala pitak
aku tak jua beranjak
kepalaku gatal, tanganku pegal, tulangku bebal
ayolah,,
sedikit saja, berikan pilin pupil mataku
aku jadi teringat perkataan kawanku
"otaknya kesemutan, lama tidak berasap"
kurasai itu sekarang,
ayolah,, ajak aku kemana saja!
Sabtu, 23 Juli 2011
Rabu, 20 Juli 2011
ia?
..apakah seorang anak?
ia adalah monumen hidup yang mengingatkanmu pada kisah kisah kecilmu, yang menyimpan pertemuan pertemuanmu dengan orang orang yang membangun sejarah panjang seumur usiamu.
..apakah seorang anak?
ia bagaikan pita panjang yang akan mengantarmu pada tawa, tangis, ...kisah kisah yang terbungkus rapi dalam senyuman mungil dan mengingatkamu tentang dirimu ..seperti adanya,
apakah anak anakmu?
ia bagaikan jiwa jiwa, melalang dalam dalam dihidupmu,
apakah ia?
..seorang anak yang akan membekalimu dengan keberanian keberanian..
ia adalah monumen hidup yang mengingatkanmu pada kisah kisah kecilmu, yang menyimpan pertemuan pertemuanmu dengan orang orang yang membangun sejarah panjang seumur usiamu.
..apakah seorang anak?
ia bagaikan pita panjang yang akan mengantarmu pada tawa, tangis, ...kisah kisah yang terbungkus rapi dalam senyuman mungil dan mengingatkamu tentang dirimu ..seperti adanya,
apakah anak anakmu?
ia bagaikan jiwa jiwa, melalang dalam dalam dihidupmu,
apakah ia?
..seorang anak yang akan membekalimu dengan keberanian keberanian..
Minggu, 17 Juli 2011
ialah hidup II
hidup..
ia bukan soal kau menjadi yang terbaik, yang tercantik, yang terkaya, yang termiskin, paling busuk, paling bijak, paling berkuasa, ataupun paling benar.
hidup, adalah soal penaklukan terhadap peperangan yang bergemuruh hebat dihatimu. sementara, kau berhadapan, bersinggungan, bersanding, berpaling, berunding, bertanding dengan manusia lain.
lalu, kaupun mempertanyakan kembali tentang kemenanganmu, sebagai yang terbaik, terhadap dirimu sendiri. benarkah sudah yang kau nilai?
lalu, kaupun mengulang perangmu, paling baik darimu terhadap dirimu sendiri. kemenanganmu bernilai?
ia bukan soal kau menjadi yang terbaik, yang tercantik, yang terkaya, yang termiskin, paling busuk, paling bijak, paling berkuasa, ataupun paling benar.
hidup, adalah soal penaklukan terhadap peperangan yang bergemuruh hebat dihatimu. sementara, kau berhadapan, bersinggungan, bersanding, berpaling, berunding, bertanding dengan manusia lain.
lalu, kaupun mempertanyakan kembali tentang kemenanganmu, sebagai yang terbaik, terhadap dirimu sendiri. benarkah sudah yang kau nilai?
lalu, kaupun mengulang perangmu, paling baik darimu terhadap dirimu sendiri. kemenanganmu bernilai?
Jumat, 15 Juli 2011
memandikan birah
aku bisa berlama lama duduk terdiam termangu tak berguna
hanya ketika berada dalam tungku kanvas yang memanasi air,
air yang akan memandikanku dalam geliat angan, birah.
yang membujurkakukan kakiku
yang membekukan kelu
yang membendung kidung
aku mandikan birah
dalam tungku kanvas
agar tak lulu kidung
agar tak lagi kelu
agar tak kaki kaku
hanya ketika berada dalam tungku kanvas yang memanasi air,
air yang akan memandikanku dalam geliat angan, birah.
yang membujurkakukan kakiku
yang membekukan kelu
yang membendung kidung
aku mandikan birah
dalam tungku kanvas
agar tak lulu kidung
agar tak lagi kelu
agar tak kaki kaku
Kamis, 14 Juli 2011
pelajaran II
"jangan bergeming!" tubuhmu adalah semesta.
lihat, dengar, rasakan ..kejayaan ada diujung hidungmu.
Selasa, 12 Juli 2011
selesai?
buntu,
deadlock,
apa yang akan kau tuliskan jika otakmu berhenti berbicara tentang sesuatu? seperti sekarang ini, aku mencoba untuk berdiam diri sejenak dan membiarkan kata kata, bait bait saling terkait dan tertumbuk menjadi sebuah ramuan. ah, tidak berhasil.
aku masih saja buntu. jemariku menggelitik, berusaha memancing keluar huruf setiap kali kepala berdenyut, selengut ..pelan ubun ubunku terasa ada yang bergerak, tidak sedetak jantung, lebih pelan dari denyut nadi. jemariku menggelitik, berharap menggumpal kait bait.
hal seperti ini seringkali membuatku gelisah, ia bisa datang begitu saja dengan tiba tiba. aku seperti merasa adalah keharusan untuk menumpahkan penat, menyemburkannya, memuntahkannya, mengencingkannya, dalam situasi apapun. aku bisa menjadi sangat autis seperti seolah olah aku membangun, dan mempunyai duniaku sendiri. aku menjadi acuh dengan sekitar, karena perasaan ketakutanku, akan kehilangan apa yang telah terjadi dan telah aku hasilkan dalam pikiranku. aku begitu posesif,, tidak boleh ada yang merampasnya meskipun sedetikpun.
rasa sakit yang akan aku terima jika ada yang memaksa untuk mencuri perhatianku yang membuatku berhenti menikmati saat saat aku menikmati waktuku untuk berpikir, seperti saat ini. otakku terasa pegal, perasaanku jengah, emosiku buncah. seketika aku akan menjadi sangat labil. aku merasa kehilangan sesuatu yang membuatku berharga. meskipun, ketika aku berusaha untuk mendokumetasikan kait bait kata kataku, aku sendiri butuh waktu lagi untuk memahami apa yang telah aku catatkan. setelah itu, yang ada dibenakku aku harus memberitahukannya pada seseorang tentang sesuatu yang telah berhasil aku pikirkan. jika tidak, maka aku akan mengalami kondisi yang labil dan tak terarah, seperti saat ini.
buntu.
terasa ada yang menyumbat pembuluh darah yang ada dibawah otakku.
ah, harusnya ada beer yang menemani..
paling tidak aku bisa tertidur cepat
tanpa beranjak saat berpijak
lalu, terlentang begitu saja
selesai?
belum, ini selalu sebuah permulaan.
deadlock,
apa yang akan kau tuliskan jika otakmu berhenti berbicara tentang sesuatu? seperti sekarang ini, aku mencoba untuk berdiam diri sejenak dan membiarkan kata kata, bait bait saling terkait dan tertumbuk menjadi sebuah ramuan. ah, tidak berhasil.
aku masih saja buntu. jemariku menggelitik, berusaha memancing keluar huruf setiap kali kepala berdenyut, selengut ..pelan ubun ubunku terasa ada yang bergerak, tidak sedetak jantung, lebih pelan dari denyut nadi. jemariku menggelitik, berharap menggumpal kait bait.
hal seperti ini seringkali membuatku gelisah, ia bisa datang begitu saja dengan tiba tiba. aku seperti merasa adalah keharusan untuk menumpahkan penat, menyemburkannya, memuntahkannya, mengencingkannya, dalam situasi apapun. aku bisa menjadi sangat autis seperti seolah olah aku membangun, dan mempunyai duniaku sendiri. aku menjadi acuh dengan sekitar, karena perasaan ketakutanku, akan kehilangan apa yang telah terjadi dan telah aku hasilkan dalam pikiranku. aku begitu posesif,, tidak boleh ada yang merampasnya meskipun sedetikpun.
rasa sakit yang akan aku terima jika ada yang memaksa untuk mencuri perhatianku yang membuatku berhenti menikmati saat saat aku menikmati waktuku untuk berpikir, seperti saat ini. otakku terasa pegal, perasaanku jengah, emosiku buncah. seketika aku akan menjadi sangat labil. aku merasa kehilangan sesuatu yang membuatku berharga. meskipun, ketika aku berusaha untuk mendokumetasikan kait bait kata kataku, aku sendiri butuh waktu lagi untuk memahami apa yang telah aku catatkan. setelah itu, yang ada dibenakku aku harus memberitahukannya pada seseorang tentang sesuatu yang telah berhasil aku pikirkan. jika tidak, maka aku akan mengalami kondisi yang labil dan tak terarah, seperti saat ini.
buntu.
terasa ada yang menyumbat pembuluh darah yang ada dibawah otakku.
ah, harusnya ada beer yang menemani..
paling tidak aku bisa tertidur cepat
tanpa beranjak saat berpijak
lalu, terlentang begitu saja
selesai?
belum, ini selalu sebuah permulaan.
Minggu, 10 Juli 2011
kau yang dungu?
biarkan mereka seperti diri mereka apaadanya
kenapa harus merubahnya seperti dirimu yang dungu?
kenapa harus merubahnya seperti dirimu yang dungu?
Rabu, 06 Juli 2011
ah,, jujur saja
aku merindukanmu sangat
sepertinya kau juga tak peduli
ah,,
jujur saja
aku merindumu erat
memakumu cekat
dalam dinding dinding hati yang tak terukur jumlahnya
jujur saja
aku merindumu
aku menyimpannya rapat
aku mengurainya rapi
terkadang saja aku menempelnya serampangan
agar mereka mendengar
dan
tak perlu terlalu berlalu
serampangan, agar mereka tak perlu mau tahu
ah,, jujur saja
aku merindumu sangat
sepertinya kau juga tak peduli
ah,,
jujur saja
aku merindumu erat
memakumu cekat
dalam dinding dinding hati yang tak terukur jumlahnya
jujur saja
aku merindumu
aku menyimpannya rapat
aku mengurainya rapi
terkadang saja aku menempelnya serampangan
agar mereka mendengar
dan
tak perlu terlalu berlalu
serampangan, agar mereka tak perlu mau tahu
ah,, jujur saja
aku merindumu sangat
Selasa, 05 Juli 2011
aku terjaga dan berujung remujung
berujung remujung
jalan jalan pagi sudah lenyap jam jam begini,
mimpi kemarin masih tersisa asbak dan gulungan kalkir sebuah sapaan
yang belum satupun ku olesi cat cat
masih putih dan terbungkus rapi dalam kantong plastik berukuran L
hanya satu aku culik, aku kehabisan beskap
seragam yang biasa dipakai
oleh abdi dalem
sudah kutanggalkan sebelum tidur semalam
aku terlelap begitu saja,
sepertinya hari yang berat kemarin
tidak banyak yang aku lakukan mungkin,
hanya saja banyak yang terbeban dalam benak
aku kesulitan hanya sekedar bernapas untuk ruangku sendiri,
aku terjaga, berujung remujung dan jalan jalan pagi sudah senyap berkalang asap
asap asap rokok
sepertinya
aku harus bangun sebuah ruangan lebih besar
jalan jalan pagi sudah lenyap jam jam begini,
mimpi kemarin masih tersisa asbak dan gulungan kalkir sebuah sapaan
yang belum satupun ku olesi cat cat
masih putih dan terbungkus rapi dalam kantong plastik berukuran L
hanya satu aku culik, aku kehabisan beskap
seragam yang biasa dipakai
oleh abdi dalem
sudah kutanggalkan sebelum tidur semalam
aku terlelap begitu saja,
sepertinya hari yang berat kemarin
tidak banyak yang aku lakukan mungkin,
hanya saja banyak yang terbeban dalam benak
aku kesulitan hanya sekedar bernapas untuk ruangku sendiri,
aku terjaga, berujung remujung dan jalan jalan pagi sudah senyap berkalang asap
asap asap rokok
sepertinya
aku harus bangun sebuah ruangan lebih besar
Minggu, 03 Juli 2011
kontraproduktif?
kemarin sore,,
weekend bagi yang merayakannya bersama anak anak, istri, suami, kekasih, bapak, ibu, saudara, jalan jalan dipadati motor, mobil, pedestrian, fixxer,
jalan jalan dipenuhi pikiran pikiran, villa,parfum, mandi, keramas, jajan, kopi, baju baru, celana dalam bersih, mainan, kamar rapi, percakapan ringan, nonton, makan di luar ato di rumah, dan entah apalagi..
berlibur, akhir minggu sepertinya menjadi hari yang menyenangkan setelah 6 x 24 jam harus melewati hari dengan berpikir, rutinitas tentang bagaimana aku bisa melewati hari ini.
aku,,
hanya menikmatinya sambil ngopi dan memperbincangkan mereka yang ber weekend ria.
tentunya karena aku tidak ingin sendirian, berarti aku harus memanfaatkan kegelisan kawanku yang menunggu karibnya balik dari jalan jalannya untuk bisa menemaniku. meski sebenarnya kawanku berencana mudik, aku berusaha menghilangkan pikiran itu dalam lintasan otaknya. mengajaknya ngobrol dengan serius tentang apa saja, termasuk hal hal yang mungkin sederhana dan tidak perlu dibahas. kentut, masuk angin, udara dingin malang, anak kost, mahasiswa baru, gadis gadis pendatang baru, pacar sesaat, teman tapi mesra, kamar kost, kontrakan yang bebas aktif, kampung ato perumahan, aktivis, mahasiswa biasa alias kulpul ( kuliah pulang ), anak daerah ato anak ibukota, pelosok ato tengah kota, hotpants, babydol,
.. hmm, dari sekian pembicaraan kami, air muka kawanku terus berubah menjadi semakin gelisah saja.
matanya seringkali melirik hapenya, jari jarinya mengetik ngetik, dia sedang membalas pesan singkat rupanya.
dia aku kagetkan, dengan menunjukkan padanya, dikost depan warung kami ngopi ada gadis berjalan di teras lantai tiga hanya dengan bercelana pendek dan bertelanjang dada sambil menutupi dadanya dengan sehelai handuk kecil warna putih. kulit gadis itu tidak putih, hanya saja tubuhnya yang kecil berisi tampak begitu indah dan berbentuk. sumpah sexi, rambutnya basah, sepertinya habis mandi. duh! sumpah! sexi!
kawanku sontak menaruh hapenya dan langsung membenahi letak kacamatanya yang tebal agar tidak terlewatkan peristiwa itu. apalagi aku, meski mataku agak kabur dengan cuaca sore tetep ngotot memperhatikan peristiwa itu dengan hikmat.
aku menganggap kejadian itu kontraproduktif,
tidak lama selang beberapa menit, gadis itu berjalan lagi diteras tidak lagi tanpa pakaian, hanya saja pakaiannya tipis dan minim. tentunya masih kelihatan sexi juga,,
tidak lama juga gadis itu berjalan lagi diteras itu, dengan pakaian yang sama
tidak lama lagi gadis itu berjalan lagi dengan kondisi pakaian yang masih sama
berjalan lagi
melewati lagi teras itu
lama kelamaan, ternyata kejadian itu sudah tidak menarik lagi
ngga bombastik
membosankan
aku berpikir itu memang kebiasaan gadis itu
tidak lagi menjadi kejadian luar biasa hanya dalam hitungan puluhan menit.
kawanku ini, sebenarnya dia sudah tak ada lagi tanggungan di kampusnya. dia sudah selamat dan sukses menyelesaikan kuliahnya dan dinyatakan lulus meski harus dua kali menghadapi ujian kompre. dia tak banyak cerita tentang pacarnya, temen perempuannya, tetapi hampir bisa dipastikan setiap weekend dia selalu gelisah jika tidak bisa segera pulang.
aku jadi berpikir ulang tentang weekend, kenapa semua orang begitu riang menyambut kedatangannya.
sejenak, aku merasa sendirian. seolah orang orang disekitarku menjauh dan menghilang begitu saja. aku merasa hilang dari kerumunan meraka.
dulu aku akan berpikir tindakan itu adalah kontraproduktif. dulu.
ha ha.., sekarang, aku mempertanyakan ulang pendefinisian tentang kontraproduktif.
segala hal yang pada awalnya begitu mengejutkan, memukul, bombastik, mengalienasi, mengeliminir, ngewall, setiap kepentingan dari misimu tidak bisa dikatakan kontraproduktif. pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana menghadapi dan menyikapi kejadian seperti itu.
Sabtu, 02 Juli 2011
adalah mereka
gang gang sudah menyempit
ceceran sampah sudah terserak
bau keringat sudah menyeruak
biang biang api puntung rokok padam
botol
gelas
kemasan snack
amis
aroma got yang berjajar tikus
riak kecil kehitaman
buih buih sabun sisa pemandian
adalah mereka
yang bergumul semalaman
dengan kaumnya yang papa
dengan bujang yang resah
dengan duda yang rengkah
dengan suami yang tingkah
penghiburan yang terlalu berlalu
rengkuhan nanar
keluhan diantaranya
adalah mereka
wc umum
tempat sampah
sauna
lokalisasi
spa
yang kau lupakan
telah teduhkan
telah seduhkan
jiwamu yang kehausan kepanasan
yang telah kau lupa
adalah mereka
ceceran sampah sudah terserak
bau keringat sudah menyeruak
biang biang api puntung rokok padam
botol
gelas
kemasan snack
amis
aroma got yang berjajar tikus
riak kecil kehitaman
buih buih sabun sisa pemandian
adalah mereka
yang bergumul semalaman
dengan kaumnya yang papa
dengan bujang yang resah
dengan duda yang rengkah
dengan suami yang tingkah
penghiburan yang terlalu berlalu
rengkuhan nanar
keluhan diantaranya
adalah mereka
wc umum
tempat sampah
sauna
lokalisasi
spa
yang kau lupakan
telah teduhkan
telah seduhkan
jiwamu yang kehausan kepanasan
yang telah kau lupa
adalah mereka
Langganan:
Postingan (Atom)