Selasa, 20 Maret 2012

seteguk kegelisahan,, untukmu

seteguk, yang kau
menelannya dalam gelap, dalam terang, dalam tangis, dalam kerinduan, dalam penat, penuh peluh,,
dalam kedurjanaan, kegirangan, kemenangan, keterpurukan,
seteguk, seteguk tertelan

dadamu bergetar, parumu mendesir sekian derajat dibawah nol, keringat yang menyeruak mengaliri relung kalbu yang tak tertahan lagi ketika panas merajam.. sudah tidak akan terasa bara sederajat magna magma sekalipun.
semua hikayat, semua makna teronggok ..tertegun menjulang tinggi. menuju matahari menuju langit langit menuju matahari, menuju langit langit menuju matahari menuju langit langit menuju matahari menuju langit langit dan semua pengampunan semburat seperti perut yang terburai tertusuk tombak dan kau masih hidup.. menunggangi kudamu dan memimpin peperangan yang tak lagi usai sore ini.

seteguk kegelisahan,,
menenangkanmu, memenangkanmu pada setiap permainan dadu,
seteguk kegelisahan ..
mengingatkanmu,, topi penutup kepalamu
mengingatkanmu ..langit tak akan runtuh
seteguk kegelisahan ..
ada langit yang lebih tinggi

seteguk kegelisahan
anting antingmu, membisikkan
cerita cerita sayup angin tentang ia,
cerita sejuk disana
membisikkan percikan, buaian,

seteguk kegelisahan
..untukmu.

demi ia,,
akan ku teguk habis

seteguk kegelisahan
untukmu,, agar kaupun tetap hidup.

Rabu, 14 Maret 2012

"badai" ia bernama

Ia bernama badai!
Begitu mengerikan bagi orang dewasa,, sentuhan jemarinya mendirikan bulu kuduk sekujur tubuhmu, mengeringkan kerongkonganmu,,
Ia begitu dingin,
Sedingin kelu lidahmu yang memuja,,
Namanya badai,
Cengkeramannya..
menumbangkan pohon yang tak berakar kuat, seperti mereka.
Namanya badai,
Ia sedingin hatinya..
Badai,, orang orang tua menamainya,
Begitu ia muncul, para lelaki tua berdiri, bersedekap, memandang langit dan menatapnya dengan lembut seolah sedang menghampiri amok anaknya. Perempuan perempuan tua menggapai nggapaikan tangannya ke langit, berteriak histeris, menangis sedih seolah mengharap ketenangan amok anaknya.
Namanya badai,,.
Ia bermain hanya dengan anak anak, mereka yang menganggap dirinya tidak pernah berbahaya.
Begitulah
badai,, ia bernama.

Kamis, 08 Maret 2012

love you, madly?


"perjalanan, persimpangan, pertemuan"

kau akan benar benar terjerumus dalam cinta ketika kau bertemu dengannya
dan membiarkannya berlalu begitu saja tanpa menyesali pertemuan.

beberapa hari yang lalu,,
sebuah hari yang baru bagiku, karena aku harus sibuk dengan beberapa pertemuan yang aku sendiri tidak tahu kenapa aku harus mendatangi acara acara tersebut. "berbagi" kata mereka. aku melaluinya dengan panik, diantara kantuk yang belum usang, sisa semalam tentang kegelisahan. aku tergupuh gupuh. menyapa beberapa teman dengan tertawa lebar. "berbagi" semangat. sampai akhirnya semua berlalu talu,,

sore itu, belum lagi matahari terbenam dalam selimutnya. cuaca memang agak mendung jadi lebih dingin dari siang hari. beberapa tenggak arak bersama kawan kawan lama, sudah cukup ternyata bagiku. aku berjalan riang, berloncat loncat. aku hanya anak kecil yang senang bermain.

dalam gedung yang petang,,
aku keluar memercingkan mata. mencoba meraba guratan bias benda benda disekitaran. dalam sempoyongku, aku terbujur berdiri kaku, melihatmu dengan tiba tiba. di depanku. memandangku. aku sadar sesadarnya. lunglai. tersenyum lepas. terbinar binar. meleleh. melihatmu tersenyum. sepertinya aku sudah bertahun tahun tidak bertemu denganmu. aku berusaha bertahan dalam diamku. berharap tidak pingsan. kunyalakan rokok, jemari tanganku bergemeretak. sekedar mengarahkannya ke mulutku saja seakan aku habis mengangkat beban 150 kilo di tanganku. sementara mulutmu, bibirmu yang lama aku tidak mendengar kata kata. berucap kecil dan renyah " hei!", kepalaku seakan membuncah, otakku meledak! sudah lama sekali aku tidak mendengar suara itu. sudah lama sekali aku tidak mendengarnya. sudah lama. aku hilang dalam ingatan ingatanku. dalam suara suaramu dulu.

tidak lama,,
tersenyummu. sapamu. beberapa patah kata katamu tentang kabar. dan kaupun berlalu.

aku tenggelam. tenggelam dalam tanah yang aku pijak.
tenggelam dalam lumpur hidup.
tersenyum lebar dalam kepalaku

... soleil levan

beberapa hari setelahnya
aku berdiam diri. hingga matahari pun beranjak pergi.
dalam berkah.
sebuah perjalanan

aku menemui monet. aku tenggelam dalam impresi impresinya. aku bermandi pendar pendar cahaya cahaya. aku berkalang kilang kilang warna. aku berada di dalam surga. paradise. bidadari. lelaki lelaki dalam surga. violet. pink. serenity. bluessky. rintik rintik ultraviolet berjatuhan. andai kau melihat apa yang aku lihat. andai..., arrgh!
wish you were here.

aku adalah seorang raja. aku adalah anak anak yang bermain.

"aku meraih segalanya harus dengan mudah, aku menikmati kesusahan harus dengan indah"


persimpangan,

"orang orang tolol ?"

ketika rasa takut sudah habis,,
pemberani pemberani menaklukkan 2/3 dunia

dalam dunia yang maha
indah yang tak lagi terkatakan.