Selasa, 20 Maret 2012

seteguk kegelisahan,, untukmu

seteguk, yang kau
menelannya dalam gelap, dalam terang, dalam tangis, dalam kerinduan, dalam penat, penuh peluh,,
dalam kedurjanaan, kegirangan, kemenangan, keterpurukan,
seteguk, seteguk tertelan

dadamu bergetar, parumu mendesir sekian derajat dibawah nol, keringat yang menyeruak mengaliri relung kalbu yang tak tertahan lagi ketika panas merajam.. sudah tidak akan terasa bara sederajat magna magma sekalipun.
semua hikayat, semua makna teronggok ..tertegun menjulang tinggi. menuju matahari menuju langit langit menuju matahari, menuju langit langit menuju matahari menuju langit langit menuju matahari menuju langit langit dan semua pengampunan semburat seperti perut yang terburai tertusuk tombak dan kau masih hidup.. menunggangi kudamu dan memimpin peperangan yang tak lagi usai sore ini.

seteguk kegelisahan,,
menenangkanmu, memenangkanmu pada setiap permainan dadu,
seteguk kegelisahan ..
mengingatkanmu,, topi penutup kepalamu
mengingatkanmu ..langit tak akan runtuh
seteguk kegelisahan ..
ada langit yang lebih tinggi

seteguk kegelisahan
anting antingmu, membisikkan
cerita cerita sayup angin tentang ia,
cerita sejuk disana
membisikkan percikan, buaian,

seteguk kegelisahan
..untukmu.

demi ia,,
akan ku teguk habis

seteguk kegelisahan
untukmu,, agar kaupun tetap hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar