Selasa, 12 Juli 2011

selesai?

buntu,
deadlock,

apa yang akan kau tuliskan jika otakmu berhenti berbicara tentang sesuatu? seperti sekarang ini, aku mencoba untuk berdiam diri sejenak dan membiarkan kata kata, bait bait saling terkait dan tertumbuk menjadi sebuah ramuan. ah, tidak berhasil.
aku masih saja buntu. jemariku menggelitik, berusaha memancing keluar huruf setiap kali  kepala berdenyut, selengut ..pelan ubun ubunku terasa ada yang bergerak, tidak sedetak jantung, lebih pelan dari denyut nadi. jemariku menggelitik, berharap menggumpal kait bait.

hal seperti ini seringkali membuatku gelisah, ia bisa datang begitu saja dengan tiba tiba. aku seperti merasa adalah keharusan untuk menumpahkan penat, menyemburkannya, memuntahkannya, mengencingkannya, dalam situasi apapun. aku bisa menjadi sangat autis seperti seolah olah aku membangun, dan mempunyai duniaku sendiri. aku menjadi acuh dengan sekitar, karena perasaan ketakutanku, akan kehilangan apa yang telah terjadi dan telah aku hasilkan dalam pikiranku. aku begitu posesif,, tidak boleh ada yang merampasnya meskipun sedetikpun.

rasa sakit yang akan aku terima jika ada yang memaksa untuk mencuri perhatianku yang membuatku berhenti menikmati saat saat aku menikmati waktuku untuk berpikir, seperti saat ini. otakku terasa pegal, perasaanku jengah, emosiku buncah. seketika aku akan menjadi sangat labil. aku merasa kehilangan sesuatu yang membuatku berharga. meskipun, ketika aku berusaha untuk mendokumetasikan kait bait kata kataku, aku sendiri butuh waktu lagi untuk memahami apa yang telah aku catatkan. setelah itu, yang ada dibenakku aku harus memberitahukannya pada seseorang tentang sesuatu yang telah berhasil aku pikirkan. jika tidak, maka aku akan mengalami kondisi yang labil dan tak terarah, seperti saat ini.

buntu.    
terasa ada yang menyumbat pembuluh darah yang ada dibawah otakku.

ah, harusnya ada beer yang menemani..
paling tidak aku bisa tertidur cepat
tanpa beranjak saat berpijak
lalu, terlentang begitu saja

selesai?

belum, ini selalu sebuah permulaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar