weekend bagi yang merayakannya bersama anak anak, istri, suami, kekasih, bapak, ibu, saudara, jalan jalan dipadati motor, mobil, pedestrian, fixxer,
jalan jalan dipenuhi pikiran pikiran, villa,parfum, mandi, keramas, jajan, kopi, baju baru, celana dalam bersih, mainan, kamar rapi, percakapan ringan, nonton, makan di luar ato di rumah, dan entah apalagi..
berlibur, akhir minggu sepertinya menjadi hari yang menyenangkan setelah 6 x 24 jam harus melewati hari dengan berpikir, rutinitas tentang bagaimana aku bisa melewati hari ini.
aku,,
hanya menikmatinya sambil ngopi dan memperbincangkan mereka yang ber weekend ria.
tentunya karena aku tidak ingin sendirian, berarti aku harus memanfaatkan kegelisan kawanku yang menunggu karibnya balik dari jalan jalannya untuk bisa menemaniku. meski sebenarnya kawanku berencana mudik, aku berusaha menghilangkan pikiran itu dalam lintasan otaknya. mengajaknya ngobrol dengan serius tentang apa saja, termasuk hal hal yang mungkin sederhana dan tidak perlu dibahas. kentut, masuk angin, udara dingin malang, anak kost, mahasiswa baru, gadis gadis pendatang baru, pacar sesaat, teman tapi mesra, kamar kost, kontrakan yang bebas aktif, kampung ato perumahan, aktivis, mahasiswa biasa alias kulpul ( kuliah pulang ), anak daerah ato anak ibukota, pelosok ato tengah kota, hotpants, babydol,
.. hmm, dari sekian pembicaraan kami, air muka kawanku terus berubah menjadi semakin gelisah saja.
matanya seringkali melirik hapenya, jari jarinya mengetik ngetik, dia sedang membalas pesan singkat rupanya.
dia aku kagetkan, dengan menunjukkan padanya, dikost depan warung kami ngopi ada gadis berjalan di teras lantai tiga hanya dengan bercelana pendek dan bertelanjang dada sambil menutupi dadanya dengan sehelai handuk kecil warna putih. kulit gadis itu tidak putih, hanya saja tubuhnya yang kecil berisi tampak begitu indah dan berbentuk. sumpah sexi, rambutnya basah, sepertinya habis mandi. duh! sumpah! sexi!
kawanku sontak menaruh hapenya dan langsung membenahi letak kacamatanya yang tebal agar tidak terlewatkan peristiwa itu. apalagi aku, meski mataku agak kabur dengan cuaca sore tetep ngotot memperhatikan peristiwa itu dengan hikmat.
aku menganggap kejadian itu kontraproduktif,
tidak lama selang beberapa menit, gadis itu berjalan lagi diteras tidak lagi tanpa pakaian, hanya saja pakaiannya tipis dan minim. tentunya masih kelihatan sexi juga,,
tidak lama juga gadis itu berjalan lagi diteras itu, dengan pakaian yang sama
tidak lama lagi gadis itu berjalan lagi dengan kondisi pakaian yang masih sama
berjalan lagi
melewati lagi teras itu
lama kelamaan, ternyata kejadian itu sudah tidak menarik lagi
ngga bombastik
membosankan
aku berpikir itu memang kebiasaan gadis itu
tidak lagi menjadi kejadian luar biasa hanya dalam hitungan puluhan menit.
kawanku ini, sebenarnya dia sudah tak ada lagi tanggungan di kampusnya. dia sudah selamat dan sukses menyelesaikan kuliahnya dan dinyatakan lulus meski harus dua kali menghadapi ujian kompre. dia tak banyak cerita tentang pacarnya, temen perempuannya, tetapi hampir bisa dipastikan setiap weekend dia selalu gelisah jika tidak bisa segera pulang.
aku jadi berpikir ulang tentang weekend, kenapa semua orang begitu riang menyambut kedatangannya.
sejenak, aku merasa sendirian. seolah orang orang disekitarku menjauh dan menghilang begitu saja. aku merasa hilang dari kerumunan meraka.
dulu aku akan berpikir tindakan itu adalah kontraproduktif. dulu.
ha ha.., sekarang, aku mempertanyakan ulang pendefinisian tentang kontraproduktif.
segala hal yang pada awalnya begitu mengejutkan, memukul, bombastik, mengalienasi, mengeliminir, ngewall, setiap kepentingan dari misimu tidak bisa dikatakan kontraproduktif. pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana menghadapi dan menyikapi kejadian seperti itu.
sudah kau temukan defisinya skrng? ap itu kontraproduktif?
BalasHapuskontraproduktif ataupun tidak itu diatas hanya permainan taktik,,karena ketika berpikir strategis harus terlibat dan berpihak dalam sebuah gerakan yang sifatnya politis dan ideologis. akhirnya ditemukanlah sesuatu hal yang bersifat kontraproduktif, atau hal hal yang segala sesuatunya bertentangan dengan kepentingan strategis dalam sebuah gerakan yang sifatnya politis serta ideologis.
BalasHapus