kuas, pensil, cat cat,, ah tempertin!
kanvas, kertas kertas kosong..
jujur.., hal hal itu membuatku gundah. gundah, ketakutan yang tak terperikan. jari jari, pergelangan tangan, persendian, ubun ubun, tengkuk, otot kaki, sembilu ngilu..
jalan jalan, kembang randu, bau sangit asap asap daun dan ranting kering yang terbakar, benar benar aroma kemarau yang menggigilkan ingatanku, seperti angin yang berasal dari gunung gunung di kotamu, yang membuatmu berselimut tebal ditidur malammu.
aku menginginkannya dalam genangan cat, gurat gurat pensil, warna warna pelangi, senyum rengkuh belacu berukuran 140 x 90 sentimeter.
sekedar meluap sesak sesal membunuh kesal
aromamu yang kemarau,
menusuk tulang lunak hidungku
teluh peluhmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar